Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan kebijakan Work from Anywhere (WFA), atau kerja dari mana saja, menjelang periode mudik Lebaran 1447 Hijriah. Kebijakan ini menawarkan fleksibilitas bagi pegawai untuk menjalankan tugas dari lokasi yang mereka pilih, tanpa harus terikat di kantor. Dengan adanya WFA, diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, serta memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk berkumpul dengan keluarga tanpa mengorbankan produktivitas kerja mereka.
Kebijakan WFA untuk Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengonfirmasi bahwa WFA akan diterapkan selama libur Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Pengumuman resmi mengenai kebijakan ini disampaikan pada 5 Februari 2026 dalam sebuah acara di Jakarta. Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk pegawai di instansi pemerintah, tetapi juga untuk sektor swasta, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). “ASN juga termasuk dan regulasinya disiapkan. Untuk ASN nanti oleh MenPANRB, sedangkan untuk swasta akan dipandu oleh Menaker,” jelas Airlangga.
Diharapkan, kebijakan ini dapat membantu meredakan kepadatan jalanan saat arus mudik dan balik, meringankan beban transportasi umum, serta menyebarkan pergerakan masyarakat secara lebih merata. Dengan cara ini, aktivitas ekonomi tetap bisa berjalan meski banyak orang yang sedang berlibur.
Jadwal WFA yang Ditetapkan
Menurut pernyataan dari Menko Perekonomian, skema WFA akan diterapkan dalam dua periode sebagai berikut:
Periode Pertama:
– 17 Maret 2026
Periode Kedua:
– 26 Maret 2026
– 27 Maret 2026
“Kami juga akan memberikan work from anywhere, supaya yang bolong-bolong mendekati nanti hari raya Lebaran itu bisa diisi oleh work from anywhere,” ungkap Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta. Dengan sistem ini, pekerja memiliki waktu lebih leluasa untuk mempersiapkan kepulangan ke kampung halaman atau sekadar menghindari kemacetan puncak.
Stimulus Transportasi untuk Mendukung Mobilitas
Selain WFA, pemerintah juga sedang menyiapkan stimulus menarik berupa diskon tarif transportasi. “Jadi yang mau merencanakan liburan silahkan, tiket kereta api dikasih diskon 30 persen. Kemudian kapal itu kita berikan 30 persen, dan pesawat 17-18 persen,” tambah Airlangga. Insentif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan terjangkau.
Surat Edaran Masih dalam Proses Finalisasi
Meskipun kebijakan ini telah dikonfirmasi, jadwal resmi WFA masih belum dirilis secara lengkap hingga artikel ini ditulis. Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa dua surat edaran terkait kebijakan ini sudah disepakati, namun masih dalam tahap finalisasi sebelum dipublikasikan kepada publik. Proses penyelesaian dokumen ini melibatkan koordinasi antara berbagai kementerian dan lembaga terkait. Harapannya, publik dapat segera menerima informasi lengkap agar bisa merencanakan aktivitas mudik dengan lebih matang.
Libur Lebaran 2026
Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dan Minggu, 22 Maret 2026. Kedua hari tersebut sudah masuk dalam daftar libur nasional. Selain itu, pemerintah juga menetapkan tiga hari cuti bersama, yaitu Jumat, 20 Maret 2026, Senin, 23 Maret 2026, dan Selasa, 24 Maret 2026. Menariknya, libur Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Suci Nyepi yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Rabu, 18 Maret 2026, juga ditetapkan sebagai cuti bersama, menghasilkan rangkaian libur panjang yang sangat menguntungkan bagi masyarakat.
Susunan Libur Panjang Maret 2026:
– Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi
– Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran
– Sabtu, 21 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri
– Minggu, 22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri
– Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran
– Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran
Kesimpulan
Airlangga optimis bahwa gabungan kebijakan WFA dan berbagai stimulus transportasi akan dapat menggerakkan ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki karakteristik unik di mana lonjakan mobilitas saat liburan justru berbanding lurus dengan peningkatan belanja masyarakat. Indeks keyakinan konsumen meningkat, penjualan produk elektronik naik, dan roda ekonomi berputar lebih cepat saat masyarakat merayakan momen istimewa bersama keluarga. Dengan kebijakan ini, kita semua diharapkan dapat menikmati liburan yang lebih nyaman dan produktif.
➡️ Baca Juga: Resep Appetizer Sehat: Alternatif Lezat untuk Diet Anda
➡️ Baca Juga: Inovasi Pizza: 7 Varian Baru yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
